BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12
Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat,
situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad
SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa
paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum
Muhajirin dan Anshar.
Terdapat perbedaan pendapat antara Kaum
Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq,
sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi
Muhammad SAW.
Perbedaan pendapat antara dua kelompok
tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab
mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak
memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan
tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Melihat dari masalah itu kami dari
penulis mencoba untuk membahas tentang Khulafaur Rasyidin. Tidak terlepas dari
hal ini semoga makalah ini bisa membantu kesulitan teman-teman dalam memahami
tentang Khulafaur Rasyidin
1.2
Rumusan
Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai
berikut:
1.
Apa pengertian al-Khulafaur Rasyidin ?
2.
Bagaimana kepemimpinan pada
masa khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali?
3.
Bagaimana
perkembangan peradaban islam?
1.3
Tujuan dan Kegunaan Penulisan
Makalah
1.
Tujuan Penulisan Makalah
a. . Kita bisa
mengetahui pengertian dan cakupan al-Khulafaur Rasyidin. .
b.
Kita bisa
mengetahui kepemimpinan pada masa khulafaur rasyidin.
2.
Kegunaan Penulisan Makalah
a.
Bagi Penulis
Penulisan makalah
ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata kuliah
sejarah peradaban islam
b.
Bagi pihak lain
Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan
denagn sejarah peradaban islam
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian yang
dihrapkan dapat bermanfaat, terutama bagi penulis dan pembaca.
a.
Manfaat Teoretis, yaitu
menambah wawasan khususnya masalah yang diteliti.
b.
Manfaat Praktis, yaitu
bertambahnya pengalaman dalam melakukan penelitian tentang peradaban islam masa
khalifah
c.
Menyelesaikan salah satu tugas
mata pelajaran sejarah peradaban islam
d.
Dapat membawa bekal dalam
melaksanakan kegiatan sehari-hari dilingkungan masyarakat terutama di bidang
Ilmu sejarah.
1.5 Metode Penelitian
Metode yang digunakan penulis dalam menyelesaikan karya
ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.
Study Pustaka adalah bagian dari sebuah
karya tulis ilmiah yang memuat pembahasan-pembasan penelitian terdahulu dan
referensi ilmiah yang terkait dengan
penelitian yang dijelaskan oleh penulis dalam karya tulis tersebut.
2.
Searching adalah program komputer yang
di rancang untuk mencari informasi yang tersedia di dalam dunia maya.
3.
Deskriptif adalah salah satu jenis
penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting
sosial atau di maksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu
fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel
yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti antara fenomena yang
diuji.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
1.
Pengertian khulafaur Rasyidin
Khulafaur
Rasyidin berasal dari dua kata yaitu khulafaur dan Rasyidin.kata khulafa adalah
bentuk jama dari kata khalifah yang artinya pengganti.sedangkan kata ar-
rasyidin artinya mendapat petunjuk.khulafaur Rasyidin adalah sahabat terdekat
dan utama dari Nabi saw.mereka berjumlah empat orang, yaitu sahabat Abu Bakar
As-Shidiq,Umar Bin Khattab,Utsman Bin Affan Dan Ali Bin Abi Thalib.[1]
Para Khulafaur
Rasyidin benar-benar menjadi teladan bagi umat islam sepeninggalan Nabi
Muhammad saw.,baik dalam kehidupan dimasyarakat maupun dalam penghayatan dan
pengamalan akidah islam mereka semua menerapkan sistem pemerintahan islam yang
telah ditata oleh Nabi saw.,dengan menjalankan segala prinsip pemerintahan
islam yang murni, yaitu menerapkan hukum islam yang konsekuen.
Maka masa
pemerintahan khulafaur rasyidin terkenal sebagai masa pemerintahan yang
mencerminkan islam sebagai rahmat bagi semesta alam .para khulafaur rasyidin
menorehkan prestasi gemilang.
Khalifah adalah
jabatan tertinggi dalam kepemimpinan islam pasca rasulullah saw. Wafat. Mereka
dipilih oleh umat islam melalui musyawarah. Seorang khalifah wajib menjalankan
kepemimpinan sesuai dengan alu quran dan sunnah nabi. Khalifah tidak
menjalankan fungsi kenabian, tugas utama mereka dalam hal keagamaan adalah memimpin
shalat jumat dimesjid nabawi dan menyampaikan khutbah jum’at.[2]
Tugas seorang
khalifah selain sebagai kepala negara, dia juga menjabat sebagai panglima
pasukan islam yang memiliki kewenangan luas dalam hal pemerintaha. Dalam
sejarah, tugas nabi muhammad saw. Sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara
diemban oleh empat sahabat terdekatnya secara berurutan. Termasuk dalam tugas
tersebut adalah mengurus masalah keagaman umat islam. Keempat penggantinya
inilah yang dikenal dengan sebutan khulafaur rasyidin. Secara kebahasaan,
khulafaur rasyidin berarti para khalifah yang mendapatkan petunjuk. Keempat
khalifah tersebut adalah abu bakar ash shidiq (memerintah 632-834M), umar bin
khattab (634-644M), Utsman bin affan (644-656M), dan ali bin abi thalib (656-661M).
2.2 Peradaban islam masa khulafaur rasyidin
1.
Khalifah abu bakar ash shidiq
1. Biografi Abu Bakar Ash Shidiq
Nama asli beliau
adalah abdullah ibnu abi quhafah at tamimi, di masa jahiliyah bernama abdul
kabah. Setelah masuk islam nabi mengganti namanya menjadi abdullah abu bakar.
Namun, orang-orang memanggilnya abu bakar. Nama ini diberikan karena ia adalah
orang yang paling dini memeluk islam. Dalam bahasa arab, bakar berarti dini
atau pagi selain itu, abu bakar sering kali dipanggi atiq atau yang tampan,
karena ketampanan wajahnya. Sementara nabi memberikan abu bakar gelar ash
shidiq, dikarenakan ia membenarkan kisah isra mi’raj nabi ketika banyak
penduduk makkah mengingkarinya.[3]
Abu bakar lahir
pada 572 M di Makkah, tidak berapa lama setelah nabi muhammad lahir karena
kedekatan umur inilah abu bakar sejak kecil bersahabat dengan nabi.
Persahabatan keduanya tidak terpisahkan, baik sebelum maupun sesudah islam
datang. Bahkan persahabatan keduanya bertambah erat ketika bersama-sama
menegakkan agama Allah.
Abu bakar ash
shidiq merupakan sosok yang cerdas berbudi pekerti luhur terutama kejujurannya,
selain itu beliau seorang yang rendah hati, mudah memaafkan, dan suka
bersedekah. Dibalik kemuliaanya itu beliau terkenal teguh pendirian dan
pemberani.[4]
Ketika sebelum
datang cahaya islam, abu bakar terkenal sebagai saudagar kaya raya,beliau
seorang pedagang yang gigih, perjalan jauh
beliau tempuh untuk melakukan perdagangan. Banyak rekanan bisnis beliau
yang segan karena kejujuran beliau. Dengan sifat itulah perdagangan beliau maju
pesat. Satu hal yang tidak pernah beliau lakukan adalah misalnya mencuri
timbangan.[5]
Setel abu bakar
memeluk islam, beliau menyertai perjuangan nabi saw. Dan mempunyai peranan
penting dalam dakwah nabi di makkah. Adapun peranan abu bakar itu antara lain:
1.
Berdakwah kepada para sahabat dekatnya untuk meyakini
kebenaran ajakan nabi muhamad saw. Diantara sahabat beliau yang memenuhi ajakan
abu bakar untuk masuk islam pada waktu itu antara lain, utsman bin affan,
zubair bin awwam, abdurrahman bin auf, saad bin abi waqash, dan sebagainya.
2.
Mengorbankan seluruh harta dan mencurahakan fikiran,
tenaga, dan waktu beliau demi tegaknya agama islam.beliau juga pernah
membebaskan tujuh orang budak agar mereka bebas dalam mejalankan syariat islam.
Salah satu budak yang beliau bebas yaitu bilal bin rabbah yang menjadi muadzin
yang terkenal karena suaranya yang bagus.[6]
3.
Selalu percaya terhadap ucapan dan perbuatan nabi saw.,
misalnya ketika nabi saw. Mengatakan bahwa ia telah menjalankan peristiwa isra
miraj. Meski jauh dari akal sehat pada saat itu sehingga menjadi bahan ejekan
bagi kaum quraisy sebagai bentuk fitnah bahwa nabi saw. Telah membuat
kebohongan besar, dikatakan sebagai pendusta, orang gila, dan sebagainya.
Olok-olokan kaum quraisy itu ditanggapi dingin oleh abu bakar, beliau langsung
percaya bahwa peristiwa isra miraj pasti benar. Dari sikap yang selalu
membenarkan segala ucapan dan tindakan nabi saw. Itulah mengapa abu bakar
mendapat gelar ash shidiq.
2.
Proses terpilihnya khalifah abu bakar as shiddiq
Setelah
rasulullah saw.wafat .kaum muslimin dihadapkan sesuatu problema yang
berat,karena nabi sebelum meninggal tidak meninggalkan pesan apa dan siapa
yang mengganti sebagai pemimpin
umat.suasana wafatnya rasul tersebut menjadikan umat islam dalam
kebinggungan.hal ini karna mereka sama sekali tidak siap kehilangan beliau,baik
sebagai pemimpin sahabat,maupun sebagai pembibing yang mereka cintai.[7]
Maka
setelah Nabi Muhammad SAW wafat, pemuka-pemuka Islam segera bermusyawarah
untuk mencari pengganti Rasulullah SAW.
Setelah terjadi perdebatan sengit antara kaum Anshar dan kaum
Muhajirin, akhirnya terpilihlah sahabat Abu Bakar sebagai Khalifah, artinya
pengganti Rasul SAW yang kemudian disingkat menjadi Khalifah atau Amirul
Mu’minin.Keputusan Rasulullah SAW yang tidak menunjuk penggantinya sebelum
beliau wafat dan menyerahkan pada forum musyawarah para sahabat merupakan
produk budaya Islamyang mengajarkan bagaimana
cara mengendalikan negara dan
pemerintah secara bijaksana dan demokratis.
Terpilihnya
Abu Bakar sebagai Khalifah yang pertama dalam ketatanegaraan Islam merupakan
salah satu refleksi dari konsep politik Islam.Abu Bakar menerima jabatan
Khalifah pada saat sejarah Islam dalam keadaan krisis dan gawat. Yaitu
timbulnya perpecahan, munculnya para nabi
palsu dan terjadinya berbagai pemberontakan yang mengancam
eksistensi negeri Islam yang masih baru. Memang pengangkatan Abu Bakar
berdasarkan keputusan bersama (musyawarah di balai Tsaqifah Bani Sa’idah) akan
tetapi yang menjadi sumber utama kekacauan ialah wafatnya nabi dianggap sebagai
terputusnya ikatan dengan Islam, bahkan dijadikan persepsi bahwa Islam telah
berakhir.[8].
Jadi dapat disimpulkan bahwa letak peradaban
pada masa Abu Bakar adalah dalam masalah agama (penyelamat dan penegak agama
Islam dari kehancuran serta perluasan wilayah)
melalui sistem pemerintahan (kekhalifahan) IslamJasa-jasa dan
peninggalan abu bakar ash shiddiq
1. Menumpas orang
orang uang mengaku sebagai nabi.nabi palsu itu antara lain :
a. Musailamah al
kahzab
b. Thulaihah
c. Aswad al ansi
2. Memerangi
suku-suku yang tidak mau memekai zakat,karena perjanjian mereka membayar zakat
hanya kepada Nabi Muhamad saw.,sehingga setelah wafat,mereka merasa bebas untuk
tidak membayar zakat.
3. Memberantasan
pemberontakan dari orang-orang murtad dan menolak hukum islam.
4. Menugasi zaid
bin tsabit untuk menyusun mushaf al qur’an atas usul umar bin khatab [9].alasan
penyusunan tersebut adalah :
a. Penghafal al
qur’an banyak yang meninggal dalam beberapa pertempuran.
b. Tulisan yang ada
di pelepah-pelepah
kurma,batu-batu,maupun tulang-tulang,banyak yang berserakan sehingga
dikhawatirkan rusak dan hilang.
5. Memperluas
wilayah penyebaran agama islam ke :
a. Hiroh dijadikan
pusat pertahanaan dan ibu kota diluar arab.
b. Anbar dan persia
c. Daumatul jandal
d. Firad,kazima
(mazar)
e. Yarmuk, syam
(pernah dikuasai tentara romawi)
f. Syiria (usman
bin zaid bin haris>< raja herakhis di yarmuk).
6. Peninggalan-peninggalan
Abu Bakar :
a. Mushaf al quran
b. Daerah kekuasaan
islam yang semakin meluas.[10]
c. Sikap
keteladanan beliau antara lain teguh pendirian,selalu semangat,tekad,berpegang
pada kebenaran dan berkorban jiwa harta demi membela kewibawaan islam.
1.
khalifah Umar bin khatab
1. Biografi umar bin khatab
Umar ibnu khatab putra dari nufail al quraisy dari
suku bani adi,salah satu kabilah suku quraisy.beliau lahir pada tahun 40
SH,dikota makkah.ayah beliau adalah nufail bin uzza dari suku adi ,sedangkan
ibunya yaitu hantamah binti hasyim bin al mughiroh.[11]
Umar bin khatab
atalah salah satu sahabat yang sebelum masuk islam , sangat memusuhi
Rasulullah saw.ketika itu umar muda
sedang naik pitam inggin segera menghabisi muhammad saw..karena dakwah yang
diserukan dianggap telah memecah belah kaum quraisy.sebelumnya dua orang tokoh
quraisy yaitu abu jahal dan utbah bin muish sudah berencana membunuh nabi saw.
dengan cara
menimakan batu besar dikepala beliau ketika sedang shalat atau
mencekiknya,tetapi usaha itu gagal.maka ketika mendengar umar berencana
membunuh nabi saw..dalam pejalanan bertemu dengan nuaim bin abdullah ,kemudian
ia menyindir umar bin khatab dengan mengatakan ,”kalau hendak membunuh muhammad
,maka bunuhlah dulu keluargamu”.yang dimaksud adalah adiknya dan adik
iparnya,yaitu anak pamannya yang bernama said bid zaid dan fatimah .mendengar
kabar itu ,umar semakin marah.
tujuan untuk
membumuh nabi saw.ditunda dulu kemudian menuju rumah fatimah adiknya,tetapi di
mendapati adiknya sedang membaca ayat-ayat al qur’an.hatinya bergetar kemudian
meminta lembaran-lembaran ayat-ayat alqur’an dan segera mencari nabi saw.untuk
menyataan masuk islam.[12]
Ketika umar
menyatakan niatnya itu,guru mengaji fatimah yang bernama habah segera keluar
seraya berharap agar allah memilih umar untruk meneguhkan kekuatan islam sebagaimana
do’a nabi saw.yang memohon agar islam dikuatkan oleh salah seorang dari bani al
Hakam Bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar Bin Khatab .denan demikian Allah telah
mengabulkan doa Nabinya.
Dikalangan
pembesar quraisy,umar adalah sosok yang tegas dan pendirian kuat .setelah masuk
islam pun sikap itu semakin kuat ,sehingga nabi saw.memberinya gelar al faruq
yang artinya pemisah atau pembeda hal itu mengandung maksud bahwa allah
menganugrahi padanya suatu sikap membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
2. Proses
Pengangkatan khalifah umar bin khatab
Pada tahun 634 M,ketika pasukan muslim
sedang bergerak menaklukan syam,abu bakar jatuh sakit .ketika itulah,abu bakar
berfikir untuk menunjukan satu orang penggantinya.pilihannya jatuh kepada umar
bin khatab .pandngannya yang jauh membuat abu bakar yakin bahwa umarlah
pemimpin yang tepat untuk menggantikanya.[13]
Sebelum Khalifah Abu Bakar wafat, beliau
telah menunjuk Umar sebagai pengganti posisinya dengan meminta pendapat dari
tokoh-tokoh terkemuka dari kalangan sahabat seperti Abdurrahman bin Auf,
Utsman, dan Tolhah bin Ubaidillah (Hasan, 1989:38).masa pemerintahaan umar bin
khatab berlangsung selama 10 tahun
6
bulan,yaitu dari tahun 13 H/634 M sampai tahun 23 H/644 M.
3. Jasa-jasa
peninggalan umar bin khatab
Masa khalifahan
umar bin khatab berlangsung sekitar 10 tahun .prestasi dibidang pengembangan
dakwah dan kekuasaan wilayah meliputi kota-kota penting misalnya :
1)
Disyiria mampu menguasai kota-kota :
a. Yarmuk pada
tahun 13 H
b. Damaskus pada
tahun 13 H
c. Ajdanian pada
tahun 16 H ketika bertempur melawan pasukan romawi dipimpin amru bin ash.[14]
2)
Dipalestina mampu menguasi kota baitul maqdis pada tahun
18 H sehingga hampir semua wilayah syiria dan palestina menjadi bagian wilayah
kaum muslimin.
3)
Di irak dan persiani
Irak dan persia
berhasil dikuasai ketika khalifah umar bin khatab mengutus saad bin abi waqas
yang berusaha keras mengalahkan pasukan lawan dalam jumlah besar yaitu sebanyak
30.000 orang yang berada dibawah pimpinan seorang jendral yang bernama
rustrom.pertempuran sengit yang bernama perang nahawud itu berakhir pada
tahun 21 H dengan kemenangan dipihak
kaum muslimin.
4)
Di mesir
Sebelumnya mesir
tter masuk daerah kekuasaan romawi timur.masyarakat di pungut pajak yang sangat
memberatkan oleh penguasa,sehingga masyarakat sangat mengharapkan kaum muslimin
untuk dapat menolong mereka.akhirnya mereka merasa bahagia setelah pasukan
romawi berhasil dipukul mundur oleh kaum muslimin.selanjutnya pertempuran
antara dua kekuatan itu kembali berkecamuk di yarmuk daerah syam.kaum muslimin
dibagi 4 bagian,yaitu :
a. Abu ubaidah bin jaroh dan
pasukannya bertugas menguasai hims.
b. Yazid bin abu sofyan dan
pasukannya bertugas menguasai damaskus.
c. Amir bin ash dan
pasukannya bertugas menguasai palestina.
d. Syurahbil bin hasanah dan
pasukannya bertugas menguasai yordan. [15]
4.
Kemajuan yang dicapai pada masa khalifah umar bin khatab
1) Adanya pembagian daeerah
kekuasaan
Khalifah umar bin khatab
membagi daerah-daerah islam dalam beberapa propoinsi dan masing-masing propinsi
dipimpin seorang gubernur,misalnya :
a. Sa’ad bin abi waqos
menjadi gubernur propinsi kufah
b. Utbah bin khazwan menjadi
gubernur propinsi basrah
c. Amru bin ash menjadi
gubernur propinsi fustot(mesir)
2) Membentuk dewan-dewan
dalam pemerintahan ,misalnya :
a. Baitul maal
(Perbendaharaan Negara),yaitu sebuah lembaga yang mengawasi dan bertugas
mengatur masuk keluarnya keuangan Negara.
b. Dewan militer (angkatan perang),yaitu lembaga yang bertugas
menjaga pertahanan dan keamanaan Negara khususnya didaerah kekuasaan islam.[16]
c. Dewan hakim,yaitu lembaga
yang bertanggung jawab terciptanya keadilan diseluruh negri.
d. Dewan pos,yaitu sebuah
lembaga yang bertanggung jawab mengatur kelancaran surat menyurat.
e. Mendirikan hisbah badan
yang mengawasi pasar ,timbangan,takaran,tata tertib,kebersihan.
3)
Menetapkan kalender islam dan tahun hijriyah sebagai
permulaan tahun baru islam.
4)
Menjadiakan masjid-mesjid menjadi lebih indah dan
megah,misalnya masjidil al-haram,masjid nabawi.
2.
khalifah Usman Bin
Affan
1. Biografi usman bin affan
Usman bin affan enam tahun lebih muda dari pada
nabi.kabilanyahnya bani umayyah,merupakan kabilah quraisy yang dihormati
kekayaannya.kekayaan tersebut mereka peroleh dari usaha perdagangan .keluaga
usman juga kaya raya.pada usia remaja ,usman sudah mulai menjalankan usaha
dagangnya keberbagai negri .abu bakar ,salah satu sahabat nabi dan sebagai
teman dagang.lewat abu bakar inilah usman masuk islam.[17]
Usman bin affan termasuk salah satu assabiqunal awwalun,yaitu orang-orang yang pertama kali masuk islam
pada awal kenabaian Muhammad saw.beliau masuk islam setelah mendengar kabar
kebenaran islam dari abu bakar.jadi beliau masuk islam setelah ali bin abi
thalib dan zaid bin haris.usman bin affan termasuk keluarga kabilah ummah dari suku
quraisy yang lahir pada tahun ke-6 setelah lahirnya Nabi Muhammad saw.dikota
mekkah .[18]gelar
yang beliau sandang adalah dzun nuraini wal hijrotaini,artinya mempunyai dua
cahaya dan hijrah dua kali.dikatakan mempunyai dua caha karena beliau
dinikahkan nabi saw.dengan dua putrinya yaitu rukayah,setelah rukayah wafat
,kemudian nabi saw menikahkan dengan umi kulsum adiknya rukayah .adapun
dikatakan hijrah dua kali karena beliau hijrah dua kali yaitu ke habsyi dan tururt pula hijrah ke madinah .
2. Proses pengangkatan
khaifah usman bin affan
Pada hari rabu waktu subuh,4 dzulhijjah 23 H,khalifah umar yang
hendak mengimami sshalat dimesjid mengalami nasib naas.ditikam oles seorang
budak dari Persia pemilik mughirah bin syu’bah yang bernama abu lu’lu’ah
fairuz.
Setelah penikaman,umar masih bertahan selama beberapa hari.dalam
keadaan sakit, ia memebentuk sebuh dewan yang anggotakan enamoring yaitu antara
lain abdurahman bin auf, zubair bin awwam, saad bin abi waqash, talhah bin
ubaidillah, ali bin abi thalib dan utsaman bin affan. Dewan inilah yang dikenal
dengan sebutan dewan syura.[19]
3.
Jasa-jasa khalifah Utsman bin affan
1) Merenovasi dan
mempercantik masjid nabawi di madinah yang telah di bangun oleh khalifah umar
bin khatab
2) Membuat mushaf yang
standar untuk menghindari perselisihan pembelajaran al-quran, kemudian
menggandakannya menjadi lima mushaf.
3) Salinan mushaf yang asli
tersebut terkenal dengan nama mushaf Utsamni atau mushaf al imam, sedangkan
empat lainnya dikirim ke makkah, syiria, basrah, dan kuffah.
4) Apabila ada salinan yang
tidak sesuai dengan mushaf al imam maka di anggap tidak sah. Adapun panitia
penggandaan diketuai oleh caid bin tsabit sedang, para anggotanya terdiri dari:
a. Abdullah in Zubair
b. Said bin ash
c. Abdurrahman bin harist bin
hisyam
Alasan di adakannya
penulisan dan penggandaan mushaf al quran adalah:
a. Banyak para penghafal quran (hufadz) yang gugur
dalam berbagai pertempuran.[20]
b.Semakin sulit memantau
pembelajaran al-qur’an karena kekuasaan islam sangat luas, sehingga
masing-masing daerah memerlukan dasr hokum al-quran agar menyamakan dialek
dalam membaca al-quran.
c. Agar ada acuan yang jelas
bagi para qori diseluruh kekuasaan islam.
5) Memperluas kekuasaan islam
sampai kebeberapa wilayah, misalnya Armenia, Afrika, Azerbaijan, Kepulauan
Ciprus.
3. Khalifah Ali Bin Abi Thalib
1. Biografi khalifah Ali bin
Abi thalib
Ali bin Abik Thalib putra abu thalib lahir di makkah setelah
nabi Muhammad lahir. Sejak kecil ali sangat dekat dengan nabi saw. Bahkan di
asuh oleh beliau maka ali termasuk orang yang oertama kali masuk islam atau
assabiquunal awwalun. Sifat yang melekat pada Ali adalah rendah hati jujur dan
shaleh. Setelah dewasa ali menikah dengan Fatimah putri rasulullah saw. Dan
mempunyai dua putra yang beranama hasan dan husein.[21]
Dibawah asuhan Rasulullah saw. Ali tumbuh berkembang segala
kebaikan prilaku diajarkan oleh nabi kepada sepupunya. Ali tumbuh mejadi pemuda
cerdas, pemberani, tegas, juga lembut hati dan pemurah.Kecerdasannya sangat
menonjol. Ia merupakan sahabat nabi yang paling paham al-quran dan sunnah,
karena merupakan salah satu sahbat terdekat nabi.
2. Proses pengangkatan
Khalifah Ali bin Abi Thalib
Menjelang kepemimpinan Utsman bin affan tersebar fitnah yang
keji di tengah tengah kaum muslimin di daerah-daerah kekuasaan islam, khususnya
di basroh, mesir dan kuffah. Fitnah yang sangat keji itu dihembuskan oleh
orang-orang munafik yang dimotori oleh Abdullah bi saba. Ia sebenarnya adalah
orang yahudi yang pura-pura masuk islam. Tujuannya untuk mengadakan
pemberontakkan dan memaksa khalifah Utsman bin Affan untuk mudur dari ke
khalifahan.[22]
Beberapa sahabat terkemuka seperti Zubair bin Awwam dan
Talhah bin Ubaidillah ingin membait ali sebagai seorang khalifah. Mereka
memandang bahwa dialah yang pantas dan berhak menjadi seorang khalifah. Namun,
Ali belummengambil tindakakn apapun. Keadaan begitu kacau dan menghkawatirkan
sehingga Alipun ragu-ragu untuk membuat suatu putusan dan tindakan. Setelah
terus menerus didesak, Ali akhirnya bersedia dibaiat menjadi khalifah pada
tanggal 24 Juni 656M Bertempat di masjid nabawi.
3.
Jasa Peninggalan Khalifah Ali bin Abi Thalib
1)
Dibidang pemerintahan
a. Menerapkan sistem
pemerintahan yang efekti dan efisien dengan mengadakan perombakan para gubernur
dan pejabat yang tidak bisa bekerja dengan baik yaitu tidak menunjukan
prestasi, tidak adil, dan berakhlak culas. Mereka ini kebetulan masih keluarga
Utsman bin Affan. Adapun pengganti mereka yang diangkat oleh khalifah Ali bin Abi
Thalib antara lain:
1. Sabil bin hanif sebagai
gubernur syiria
2. Utsman bin Hanif sebagai
gubernur Basroh
3. Qois bin saad sebagai
gubernur Mesir
4. Umroh bin Shihab sebagai
gubernur kuffah
b. Mengembalikan tanah milik
Negara dan harta baitul maal yang diambil dengan cara yang tidak benar oleh
pejabat dan keluarga utsman bin affan.[23]
2)
Bidang Politik Militer
Ali adalah seorang yang ahli dalam strategi perang penasehat
yang biajksana, penegak hokum yang adil, berbudi luhur baik kepada kawan maupun
lawan.
3)
Bidang ilmu bahasa
Daerah
kekuasaan islam ketika khalifah Ali bin Abi thalib memerintah sudah merambah
sampai ke S. Eufrat, Tigris, dan mencapai daratan indus atau india. Hal itu
menyebabkan masyarakan yang berasal dari luar jazirah arab banyak memeluk agama
islam. Konsekuensi dari perkembangan itu adalah adanya kesalahan fatal dalam
memperdalam al-quran dan hadits. Mencermati hal itu khalifah Ali bin Abi thalib
menunjuk Abu Aswad ad-duali untuk menyusun kaidah atau pokok-pokok ilm nahwi,
sehingga kaum muslimin yang berasal dari luar jazirah arab dapat memperdalam
al-quran dan hadits.[24]
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Khulafaur Rasyidin
mempunyai arti pemimpin yang bijaksana sesudah Nabi Muhammad SAW wafat. Mereka
itu terdiri dari para sahabat Nabi Muhammad SAW yang berkualitas tinggi dan
baik yang memunyai sifat, Arif dan bijaksana. Berilmu yang luas dan mendalam, Berani bertindak dll.
Pada
masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, khalifah di pilih berdasarkan musyawarah.
Setelah Nabi Muhammad wafat, Abu Bakar diangkat menjadi khalifah melalui
pertemuan saqifah atas usulan umar. Problem besar yang dihadapi Abu Bakar ialah
munculnya nabi palsu dan kelompok ingkar zakat serta munculnya kamum murtad
Musailimah bin kazzab beserta pengikutnya menolak. membayar zakat dan murtad
dari islam yang mengakibatkan terjadinya perang Yamamah. Perang tersebut
terjadi pada tahun 12 H.
Umar
bin Khattab yang tahu akan hal itu merasa khawatir akan kelestarian Al-Qur’an
hingga dia mengusulkan kepada Abu Bakar as-shiddiq agar membukukan/mengumpulkan
mushaf yang ditulis pada masa nabi menjadi satu mushaf Al-Qur’an. Mushaf yang
sudah terkumpul disimpan oleh Abu Bakar, ketika Abu Bakar sakit dia
bermusyawarah dengan para sahabat untuk menggantikan beliau menjadi khalifah
pada masa Umar gelombang exspansi pertama terjadi. Umar membentuk panitia yang
beranggotakan 6 orang sahabat dan meminta salah satu diantaranya menjadi
khalifah setelah Umar wafat. Panitia berhasil mengangkat Utsman menjadi
khalifah. Pada masa pemerintahan utsman wilayah islam meluas sampai ke Tripoli
barat, Armenia dan Azar Baijan hingga banyak penghafal Al-Qur’an yang tersebar
dan tarjadi perbedaan dialek, yang menyebabkan masalah serius. Utsman membentuk
tim untuk menyalin Al-Qur’an yang telah dikumpulkan pada masa Abu Bakar, tim
ini menghasilkan 4 mushaf Al-Qur’an dan Utsman memerintahkan untuk membakar
seluruh mushaf selain 4 mushaf induk tersebut.
Utsman
dibunuh oleh kaum yang tidak puas akan kebijakannya yang mengangkat
pejabat dari kaumnya sendiri (Bani Umayah). Setelah Utsman wafat umat islam
membaiak Ali menjadi khalifah pengganti utsman, kaum Bani Umayah menuntut Ali
untuk menghukum pembunuh Utsman, karena merasa tuntutannya tidak dilaksanakan
Bani Umayah dibawah pimpinan Mu’awiyah memberontak terhadap pemerintahan Ali.
Perang Sifin mengakibatkan perpecahan pada kelompok Ali. Dipenghujung
pemerintahan Ali umat islam terpecah menjadi tiga golongan, yaitu, Mu’awiyah,
Syi’ah (pengikut Ali), dan Khawarij (orang yang keluar dari barisan Ali).
Setelah Ali meninggal, ia diganti oleh anaknya, Hasan. Hasan mengadakan
perundingan damai dengan Mu’awiyah dan umat islam dikuasai oleh Mu’awiyah.
Dengan begitu berakhirlah pemerintahan yang berdasarkan pemilihan (khulafaur
rasyidin) berganti dengan sistem kerajaan).
B. Saran
Demikianlah makalah
yang dapat kami sajikan. Dalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa
masih terdapat kesalahan dan kekurangan, maka dari itu kami mohon kritik dan
saran serta masukan-masukan yang bersifat membangun dari semua pihak demi perbaikan
makalah ini di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, Karen, Islam
Sejarah Singkat, Jendela, Yogyakarta, 2002.
As’ad, Mahrus,dkk, Ayo
Mengenal Sejarah Kebudayaan Islam, Erlangga, Bandung, 2009.
Khamzah, HIKMAH
Membina Kreatifitas dab Prestasi, Akik Pustaka, Sragen, 2008.
Madjid, Nurcholis, Khazanah
Intelektual Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.
Mufrodi, Ali, Islam
di Kawasan Kebudayaan Arab, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997.
Achmadi,wahid
dkk2006.menjelajahi peradaban islam.pustaka insan madani ;sleman
Khazanah,sejarah
kebudayaan islam kelas X ,2014
Buku siswa,sejarah
kebudayaan islam kelas X 2003
Tamrin, Sejarah
Kebudayaan Islam, Akik Pustaka, Sragen, 2006.
http://didikfathurrahman.Blogspot.Com/2015/sejarah-peradaban-islam-masa-khulafaur-rasyidin.
Html diakses pada tanggal 15 September 2015 pada pukul 04.30 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar